Langsung ke konten utama

Mencapai 1,5 Milyar Rupiah, ACT Kalsel Salurkan Donasi Masyarakat Banjarmasin untuk Palu, Sigi, dan Donggala

Walikota Banjarmasin Pimpin Langsung Pelepasan Truk Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala di Balai Kota Banjarmasin
 Sore ini Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina resmi melepas bantuan dari masyarakat Banjarmasin melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) wilayah Kalsel bertempat di Balai Kota Banjarmasin. ACT mengirim bantuan sebanyak 3 buah truk, 1 pick up, yang berisi bahan pangan dan pakaian.
Selain itu, dikirim pula tim relawan gabungan dari ACT dan Tagana sebanyak 10 relawan. Pengiriman dilakukan lewat jalur darat menuju Balikpapan, lalu segera dikirim ke Palu.


Pemkot Banjarmasin juga berencana untuk langsung ke lokasi bencana dan bertemu dengan pemerintah Palu paling lambat pada awal Nopember untuk menyerahkan bantuan agar tepat sasaran dan dapat mengurangi beban saudara disana. Ungkap Ibnu Sina setelah acara pelepasan selesai.
“Dalam kurun waktu 4 bulan lebih ini sudah mencapai 1,5 milyar donasi yang kami terima dari warga Banjarmasin dan donator-donatur kami” kata Arie Setiawan, Branch Manager ACT Kalsel saat menyampaikan laporan donasi.
Hal ini menjadi sorotan karena belum ada pencapaian sebesar itu di cabang ACT lain. Ia bersyukur karena masyarakat Banjarmasin masih sadar dan sangat berjiwa sosial. Ia juga berterimakasih kepada pengurus Masjid At Taqwa Banjarmasin yang telah mau menampung barang-barang donasi, sehubungan Kantor ACT yang telah penuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjual Pencok dan Smartphonenya

Beberapa hari belakangan ini saya dan teman-teman kelompok pergi ke beberapa tempat di sekitar kampus untuk mencari responden yang akan diwawancarai sehubungan adanya tugas final test mata kuliah New Media semester 4 kuliah saya ini. Mari saya perkenalkan tujuh orang anggota yaitu Yulia, Ira, Arifah, Lley, Sherly, Winda, dan tentu saya sendiri. Kebetulan pada hari minggu saya dan Winda sedang free, kami berencana untuk mencicil tugas wawancara. Kami diberi tugas untuk mewawancara 5 elemen masyarakat yang berbeda yaitu ibu rumah tangga, pelajar, pedagang asongan, karyawan/pegawai, dan guru/dosen.  Topic wawancara adalah seputar pengetahuan mereka tentang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) serta media sosial. Setelah wawancara tersebut direkam, maka tugas kami selanjutnya adalah menganalisis apakah diantara 5 elemen masyarakat tersebut terdapat kesenjangan digital atau digital divide berdasar pada hasil wawancara. 'Mas Bro' saat menunjukkan aplikasi di smartphone mil...
dokumen pribadi Oleh Bapak Nurudin, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang Beberapa waktu lalu bapak Nurudin menjadi narasumber dalam kuliah umum di kampus saya yang bertema “Tuhan Baru Masyarakat Cyber”. Berikut penjelasan mengenai dampak dari media sosial oleh beliau. source : pixabay.com a. Nomophobia Seseorang lebih senang ketinggalan dompet daripada smartphone . Tentu kita sering menemui orang-orang yang semacam ini, karena merasa bahwa ia lebih membutuhkan smarphonenya yang memiliki berbagai macam fitur dan akses informasi. Juga sering kita temui orang yang langsung kebingungan dan kelabakan ketika ketinggalan smartphone . b. Alone together Turkle dalam bukunya Alone Together: Why we expect more from technology and less from the other. Sering kita temui, mereka yang duduk bersama-sama dengan kelompok sosialnya secara fisik terlihat menjadi satu, namun acuh dan hampa dengan aktivitas di sekitarnya karena terlalu asyik dengan gadget...